alexametrics

pc蛋蛋单双公式

  • <tr id='ljZOtj'><strong id='ljZOtj'></strong><small id='ljZOtj'></small><button id='ljZOtj'></button><li id='ljZOtj'><noscript id='ljZOtj'><big id='ljZOtj'></big><dt id='ljZOtj'></dt></noscript></li></tr><ol id='ljZOtj'><option id='ljZOtj'><table id='ljZOtj'><blockquote id='ljZOtj'><tbody id='ljZOtj'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='ljZOtj'></u><kbd id='ljZOtj'><kbd id='ljZOtj'></kbd></kbd>

    <code id='ljZOtj'><strong id='ljZOtj'></strong></code>

    <fieldset id='ljZOtj'></fieldset>
          <span id='ljZOtj'></span>

              <ins id='ljZOtj'></ins>
              <acronym id='ljZOtj'><em id='ljZOtj'></em><td id='ljZOtj'><div id='ljZOtj'></div></td></acronym><address id='ljZOtj'><big id='ljZOtj'><big id='ljZOtj'></big><legend id='ljZOtj'></legend></big></address>

              <i id='ljZOtj'><div id='ljZOtj'><ins id='ljZOtj'></ins></div></i>
              <i id='ljZOtj'></i>
            1. <dl id='ljZOtj'></dl>
              1. <blockquote id='ljZOtj'><q id='ljZOtj'><noscript id='ljZOtj'></noscript><dt id='ljZOtj'></dt></q></blockquote><noframes id='ljZOtj'><i id='ljZOtj'></i>

                Arek Surabaya di Arts North International

                13 Januari 2020, 10:45:49 WIB

                JawaPos.com– Pelukis remaja asal Surabaya, Vincent Prijadi Purwono, mendapat apresiasi positif dalam Arts North International 2020 di Hopkins Arts Center, Minnesota, Amerika Serikat. Lukisannya yang berjudul My Transportation?mendapat posisi ke tiga dalam kategori akrilik di atas kanvas. Vincent berhak mendapat hadiah berupa uang tunai selain kesempatan menghadirkan My Transportation di Hopkins Art Center hingga 20 Februari mendatang. Pameran tahunan yang telah berlangsung sejak 25 tahun lalu tersebut sebelumnya bernama Arts In Harmony.

                ’’Kami tidak mengira karya Vincent mendapat penghargaan di luar dugaan ini,’’ kata Rudy Purwono, orangtua Vicent. My Transportation?menjadi salah satu peserta dari luar Amerika Serikat dalam pameran yang dilombakan itu. Selain Indonesia, ada pula karya dari seniman-seniman dari tujuh negara lainnya. Antara lain, Inggris, Polandia, dan Kanada. Dari Amerika Serikat, karya yang dikirimkan untuk melewati seleksi dan penilaian berasal dari 42 negara bagian negeri Paman Sam itu.

                Ada lebih dari 900 karya yang dikirimkan dalam Arts North International. Karya yang dikirimkan oleh para seniman tersebut kemudian melewati seleksi dan penilaian oleh juri. Tahun ini, juri Arts North International adalah Morgan Clifford, profesor emiritus University Wisconsin yang juga seorang seniman, dan Curt Pederson dari American-Swedish Institute yang bertindak sebagai kurator utama.

                Seleksi juri menghasilkan 173 karya terpilih yang dipamerkan kepada publik di kota kecil di Amerika bagian utara tersebut. ”Juri mengapresiasi kemampuan teknik dan visi personal Vincent dan memutuskan posisi ke tiga untuknya dalam kategori menengah, akrilik,” terang Jim Clark, Visual Arts Manager Hopkins Center for the Artss dalam keterangan tertulisnya.

                Tori Torando, pendamping Vincent, menyebut ada dua karya yang dikirimkan kepada Arts North International. Dari dua karya itu, My Transportation?dipilih dewan juri untuk masuk dalam nominasi sekaligus berhak dipamerkan. ’’Lukisan My Transportation mulai Vincent kerjakan awal 2019,’’ kata Tori. Lukisan ini menjadi salah satu koleksi Vincent Gallery di kawasan Citraland, Surabaya, bersama rupa-rupa karya lain dari tangan remaja kelahiran 2003 itu. Menurut Tori, Vincent termasuk produktif dalam berkarya. Selain lukisan di atas kanvas, Vincent juga melukis dengan menggunakan teknik batik di lembaran-lembaran kain panjang.

                Remaja berkacamata ini pada usia dua tahun didiagnosa autis. Tumbuh sebagai seorang anak berkebutuhan khusus, Vincent sempat bersekolah di sekolah umum. Hingga memasuki usia kelas V SD dia mulai tidak nyaman dengan lingkungan belajarnya. Vincent sempat masuk ke SMP umum sebelum akhirnya memilih?home schooling?dan intens melukis hingga sekarang. Lukisan Vincent pernah hadir di Galeri Nasional Indonesia pada saat terpilih dalam Festival Bebas Batas 2018. Tahun lalu, Vincent kembali terpilih menjadi salah satu peserta festival yang sama di ISI Solo.

                Editor : tir


                Close Ads