alexametrics

江苏快三什么时候开始

  • <tr id='IA05bQ'><strong id='IA05bQ'></strong><small id='IA05bQ'></small><button id='IA05bQ'></button><li id='IA05bQ'><noscript id='IA05bQ'><big id='IA05bQ'></big><dt id='IA05bQ'></dt></noscript></li></tr><ol id='IA05bQ'><option id='IA05bQ'><table id='IA05bQ'><blockquote id='IA05bQ'><tbody id='IA05bQ'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='IA05bQ'></u><kbd id='IA05bQ'><kbd id='IA05bQ'></kbd></kbd>

    <code id='IA05bQ'><strong id='IA05bQ'></strong></code>

    <fieldset id='IA05bQ'></fieldset>
          <span id='IA05bQ'></span>

              <ins id='IA05bQ'></ins>
              <acronym id='IA05bQ'><em id='IA05bQ'></em><td id='IA05bQ'><div id='IA05bQ'></div></td></acronym><address id='IA05bQ'><big id='IA05bQ'><big id='IA05bQ'></big><legend id='IA05bQ'></legend></big></address>

              <i id='IA05bQ'><div id='IA05bQ'><ins id='IA05bQ'></ins></div></i>
              <i id='IA05bQ'></i>
            1. <dl id='IA05bQ'></dl>
              1. <blockquote id='IA05bQ'><q id='IA05bQ'><noscript id='IA05bQ'></noscript><dt id='IA05bQ'></dt></q></blockquote><noframes id='IA05bQ'><i id='IA05bQ'></i>

                MaDeUno Menyambut Biennale Jatim 8

                13 Januari 2020, 13:53:36 WIB

                JawaPos.com– Pameran seni rupa bertajuk MaDeUno dibuka hingga 20 Januari mendatang di Indigo Art Space, Madiun. Pameran ini diselenggarakan sebagai peristiwa kesenian dalam rangka menyambut Biennale Jatim 8. Heri Kris menjadi kurator pameran yang menampilkan 21 karya dari perupa Madiun dan kota-kota sekitarnya ini. MaDeUno menampilkan 18 karya dua dimensi dan tiga karya tiga dimensi.

                ’’Pameran ini adalah bagian dari menyambut berlangsungnya Biennale Jatim 8 yang diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Timur,’’ terang Heri Kris dalam pengantar kuratorialnya. Berbeda dengan Biennale Jatim di tahun-tahun sebelumnya yang penyelenggarannya terpusat di kota besar di Jawa Timur, kali ini peristiwa seni rupa tersebut sengaja disebar di 16 kota berbeda. Madiun menjadi salah satu kota yang ikut menyambut peristiwa seni dua tahun sekali itu.

                Dalam pengantarnya, Heri Kris menyebut MaDeUno yang menjadi bingkai kurasi pameran ini dapat dipahami sebagai sebuah kesatuan. ’’Dalam konteks pameran ini adalah menyatukan karya terpilih beberapa perupa di seluruh wilayah eks Karisidenan Madiun dalam sebuah pameran,’’ katanya. MaDeUno dapat pula diartikan sebagai Mad de Uno?yang berarti gila. Heri menambahkan, gila dalam konteks ini terkait dengan kreativitas dalam kontestasi yang sehat.

                Para perupa yang terlibat dalam pameran ini adalah Abd Mukti, Agung WHS, Agus Adi, Agus Wicak, Basuki Ratna, Dadang Widjanarko, Donoriant, Edo Adityo, Guntur Sasono, Hardjito, Hariyanto, Hendra Prast, Heru Koent, Ilham Swarna, Kus Hervica, Mas Poor, Rio Wahyu Anggara, Rulianto, Surya Anggara, Tri Moeljo, dan Tulus Rahadi. Rupa karya yang muncul dalam pameran ini cukup beragam. Dari yang berjalan di langgam realis hingga abstrak dan instalasi tersaji dalam MaDeUno. Para perupa dalam pameran ini adalah seniman yang berasal dari Madiun, Magetan, Ngawi, hingga Ponorogo.

                Pameran ini sejatinya menunjukkan geliat Madiun yang memiliki potensi besar dalam ranah seni rupa. Tidak sedikit perupa dari wilayah Madiun dan kota-kota di sekitarnya yang kerap hadir dalam berbagai ajang seni rupa di Indonesia. Heri Kris menyebut, MaDeUno merupakan semangat awal para perupa di Madiun dan sekitarnya untuk merintis biennale tiap dua tahun ke depan.

                 

                 

                 

                Editor : tir


                Close Ads