alexametrics

Novel: Tidak Mungkin Motif Personal, Pasti Terorganisir

6 Januari 2020, 22:02:59 WIB

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah usai menjalani pemeriksaan lanjutan. Ia diperiksa sebagai korban penyiraman air keras oleh dua oknum anggota Brimob.

Novel keluar dari ruangan penyidik didampingi oleh beberapa kuasa hukumnya. Penyidik senior KPK itu juga

dicecar dengan 36 pertanyaan oleh penyidik polri. Materinya sendiri salah satunya terkait hubungan dengan dua tersangka penyiraman yang telah ditangkap. Dalam hal ini Novel memastikan tidak mengenal sama sekali pelaku.

“Saya tadi telah jawab ke penyidik bahwa saya tidak kenal yang bersangkutan, saya tidak pernah bertemu, tidak pernah komunikasi atau interaksi lainnya, baik kegiatan pribadi atau dinas,” kata Novel di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1).

Atas dasar itu, Novel tak banyak memberikan keterangan terkait dengan 2 orang tersangka tersebut. Selanjutnya, Novel juga menyakinkan kepada penyidik polri bahwa masih ada tersangka lain yang terlibat penyerangan kepadanya. Dia menyakini penyerangan kepadanya dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Saya pastikan tidak mungkin (motif personal). Saya tidak kenal, tidak pernah bertemu, tidak terkait apapun dengan orang yang disebut sekarang ini sebagai tersangka,” ucapnya.

“Saya pastikan dan hampir bisa memastikan dengan fakta-fakta yang saya sampaikan dalam proses pemeriksaan tadi. Bahwa ini terkait dengan tugas-tugas saya dalam rangka memberantas korupsi,” tambahnya.

Menurutnya, hal itu pun sesuai dengan hasil investigasi Komnas HAM sebelumnya. Begitu pula dengan investigasi yang dilakukan tim kuasa hukumnya. Dari fakta yang ditemukan, Novel juga menyakini bahwa penyerangan kepadanya adalah kejahatan sistematis dan terorganisir.?

“Dengan istilah sistematis dan terorganisir berarti pelakunya bukan cuma dua. Tentunya ada orang-orang lain. Saya tidak tahu apakah penyidik polri bisa mengaitkan orang yang ditetapkan tersangka ini dengan orang yang mengamati saya sebelumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan RM dan RB yang diduga sebagai dua pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keduanya merupakan anggota polisi aktif.

Listyo mengatakan, pengungkapan pelaku ini terjadi atas informasi signifikan yang ditemukan oleh Tim Teknis bentukan Polri. Informasi tersebut kemudian didalami, dan petunjuk mengarah kepada dua pelaku tersebut.

“Tadi malam kami Tim Teknis bekerjasama dengan Dankor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi pelaku ada 2 orang inisial RM dan RB. Anggota Polri aktif,” kata Listyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12).

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads