alexametrics

中奖规则

  • <tr id='U0ZmhO'><strong id='U0ZmhO'></strong><small id='U0ZmhO'></small><button id='U0ZmhO'></button><li id='U0ZmhO'><noscript id='U0ZmhO'><big id='U0ZmhO'></big><dt id='U0ZmhO'></dt></noscript></li></tr><ol id='U0ZmhO'><option id='U0ZmhO'><table id='U0ZmhO'><blockquote id='U0ZmhO'><tbody id='U0ZmhO'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='U0ZmhO'></u><kbd id='U0ZmhO'><kbd id='U0ZmhO'></kbd></kbd>

    <code id='U0ZmhO'><strong id='U0ZmhO'></strong></code>

    <fieldset id='U0ZmhO'></fieldset>
          <span id='U0ZmhO'></span>

              <ins id='U0ZmhO'></ins>
              <acronym id='U0ZmhO'><em id='U0ZmhO'></em><td id='U0ZmhO'><div id='U0ZmhO'></div></td></acronym><address id='U0ZmhO'><big id='U0ZmhO'><big id='U0ZmhO'></big><legend id='U0ZmhO'></legend></big></address>

              <i id='U0ZmhO'><div id='U0ZmhO'><ins id='U0ZmhO'></ins></div></i>
              <i id='U0ZmhO'></i>
            1. <dl id='U0ZmhO'></dl>
              1. <blockquote id='U0ZmhO'><q id='U0ZmhO'><noscript id='U0ZmhO'></noscript><dt id='U0ZmhO'></dt></q></blockquote><noframes id='U0ZmhO'><i id='U0ZmhO'></i>
                Cerita dari Negara yang Memindahkan Ibu Kota

                Berjuta Filosofi di Balik Nagara Rimba Nusa

                Pulau Hati Tambatan Jantung Ibu Kota
                12 Januari 2020, 22:23:54 WIB

                Tim Urban Plus pimpinan Sibarani Sofian dinyatakan sebagai pemenang pertama sayembara gagasan desain ibu kota negara (IKN) pada 23 Desember lalu. Kata Nagara, Rimba, dan Nusa bukan sekadar jargon. Namun sebuah mindset pembangunan yang benar-benar belajar dari alam. Terutama dua unsur terbesar di Nusantara, yakni hutan dan lautan.

                TAUFIQURRAHMAN, Jakarta, Jawa Pos

                SEMENTARA sembilan orang tim Urban Plus menunggu di Jakarta, Rahman Andra Wijaya, seorang ahli lanskap turun ke Penajam Paser Utara melalui Pelabuhan Tanjung Maridan bersama puluhan arsitek dan perancang ibu kota yang berlomba untuk memenangkan desain akhir tahun lalu.

                Peluit lomba gagasan desain ditiup. Ratusan foto dikirimkan oleh Rahman untuk timnya di Jakarta. Dari foto-foto itu, tim Urban Plus yang dipimpin dua master planner urban design, Sibarani Sofian dan Ardzuna ”Angga” Sinaga mengusap kening. Medan yang akan mereka hadapi sangat berat.

                Bagaimana tidak, di sebelah barat dan utara, perbukitan dengan elevasi yang naik turun tidak teratur. Di timur, ada Bukit Tahura Soeharto yang luas dan datar. Namun, kalau mereka memutuskan membangun di situ, ratusan bahkan ribuan pohon harus ditebang.

                Sempat terpikir untuk berpindah agak ke selatan. Namun, ternyata juga mentok pada daerah hulu Teluk Balikpapan, tempat ekosistem mangrove dan habitat bekantan liar.

                Tantangan pertama yang ditaklukkan Sibarani dkk adalah menemukan sebuah titik sebagai jangkar wilayah tempat mereka akan menempatkan IKN. Ada dua lokasi potensial, satu di wilayah perbukitan di sebelah utara, tempat Presiden Jokowi menginjakkan kaki dan berfoto dengan menteri PUPR beberapa waktu lalu. Satu lokasi lain, konturnya datar, akses bagus, air lumayan tercukupi, sudah ada sumbu wilayah berupa Jalan Raya Samboja-Sepaku.

                Namun, ada satu titik lain yang menarik perhatian tim. Di titik dekat percabangan sungai Balikpapan. Di dekat sebuah pulau yang berbentuk unik. Orang-orang sekitar menyebutnya Pulau Tanjung Hati atau Love. Tapi, tim belum tahu namanya saat itu.

                PEMENANG SAYEMBARA DESAIN: Dari kini, Arzuna Sinaga Sibarani Sofian, dan Rahman Andra Wijaya berfoto bersama di kantor mereka. (Imam Husein/Jawa Pos)

                Daerah ini memiliki tangkapan air yang sangat bagus. Tanpa mengebor dan mengisap air tanah pun, wilayah tangkapannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan kota sepanjang tahun. Dibantu dengan air sungai yang memang tawar.

                Sibarani pun menjelaskan situasinya. “Memang bisa kita memilih sektor perbukitan di utara. Mengandalkan air dari Waduk Semoi dan Bendungan Batu Lepek. Tapi, keduanya kan proyek jangka panjang. Ini tahun 2024 harus sudah ada istana, DPR, permukiman, dan lain-lainnya. Jadi, kalau tahun itu kita buka keran ndak muncul air, kan gimana?” paparnya.

                Mengebor air tanah? Sibarani menggeleng. Itu akan melawan prinsip ramah lingkungan yang dijunjung seluruh tim. Perhatian kembali tertuju pada delta Pulau Hati. Air akan melimpah karena kawasan di sebelah baratnya dipeluk lengkungan sungai Balikpapan yang berbelok ke arah Barat. Air akan mengalir dari lahan perbukitan tinggi di sebelah barat. “Sistem tributary dan reservoir-nya bagus sekali,” kata Sibarani saat itu.

                Namun, Angga memperingatkan, wilayah itu dekat sekali dengan hulu sungai, mangrove, dan habitat bekantan. Menyentuhnya harus dengan hati-hati. Salah perhitungan sedikit, desain IKN mereka bisa mengacaukan sistem aliran sungai, air hujan, sampai vegetasi. “Kalau kita ambil titik ini, berarti kita siap kalah loh?” tantang Angga kepada tim.

                Tim pun sepakat mengambil langkah nekat menempatkan jangkar desain mereka pada Pulau Hati. Selanjutnya menentukan sumbu wilayah. Sibarani sempat juga mengukur-ukur arah kiblat. “Maksudnya biar ada unsur ketuhanannya gitu,” jelasnya, lalu tersenyum.

                Tapi, akhirnya sumbu wilayah daerah IKN versi mereka mengikuti arah tributary air. Mulai titik tertinggi di barat laut, terus ke tenggara, berakhir di dekat delta Pulau Hati. Di mana mereka akan membangun sudetan dari sungai untuk masuk ke reservoir yang mereka namakan Danau Pancasila, tempat penduduk ibu kota akan menikmati keindahan rimbunan hutan bakau dan sungai.

                Apakah tidak akan mengganggu mangrove? Angga menjawab, di dekat Pulau Hati ternyata sudah terlebih dahulu ditanami sawit. Daerah tersebut yang disasar Urban Plus. “Sawit itu ekstraktif. Justru kita mau bangun di situ dengan tanaman-tanaman yang mendukung air,” jelasnya.

                Di titik tertinggi, istana negara membelakagi perbukitan. Kata Sibarani, tentu saja menunjukkan Tuhan yang paling tinggi. Istana presiden sebagai eksekutif, kantor MA di selatan, dan kantor DPR di utara membentuk trias politika yang mirip lengan yang terbuka untuk merangkul dan mengayomi rakyat di bawahnya.

                Editor : Ilham Safutra

                Reporter : */ayi


                Alur Cerita Berita

                Close Ads