alexametrics

2138acom太阳集团官网

  • <tr id='0XAdAu'><strong id='0XAdAu'></strong><small id='0XAdAu'></small><button id='0XAdAu'></button><li id='0XAdAu'><noscript id='0XAdAu'><big id='0XAdAu'></big><dt id='0XAdAu'></dt></noscript></li></tr><ol id='0XAdAu'><option id='0XAdAu'><table id='0XAdAu'><blockquote id='0XAdAu'><tbody id='0XAdAu'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='0XAdAu'></u><kbd id='0XAdAu'><kbd id='0XAdAu'></kbd></kbd>

    <code id='0XAdAu'><strong id='0XAdAu'></strong></code>

    <fieldset id='0XAdAu'></fieldset>
          <span id='0XAdAu'></span>

              <ins id='0XAdAu'></ins>
              <acronym id='0XAdAu'><em id='0XAdAu'></em><td id='0XAdAu'><div id='0XAdAu'></div></td></acronym><address id='0XAdAu'><big id='0XAdAu'><big id='0XAdAu'></big><legend id='0XAdAu'></legend></big></address>

              <i id='0XAdAu'><div id='0XAdAu'><ins id='0XAdAu'></ins></div></i>
              <i id='0XAdAu'></i>
            1. <dl id='0XAdAu'></dl>
              1. <blockquote id='0XAdAu'><q id='0XAdAu'><noscript id='0XAdAu'></noscript><dt id='0XAdAu'></dt></q></blockquote><noframes id='0XAdAu'><i id='0XAdAu'></i>

                5 Syarat Bahan Fashion Muslim yang Ramah Lingkungan

                13 Januari 2020, 14:42:46 WIB

                JawaPos.com – Dunia fashion saat ini sudah semakin peduli dengan lingkungan. Menyadari banyaknya limbah fashion dalam konsep fast fashion (produksi fashion dalam jumlah massal), membuat para desainer berpikir untuk mengolah fashion tanpa limbah. Selain menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, cara mengolahnya juga bisa dengan konsep zero waste (tanpa limbah sisa).

                Founder label SHAFIRA, Feny Mustafa menjelaskan salah satu konsep fashion ramah lingkungan di antaranya dengan tema Tree of Life. Konsep ini membuat fashion bukanlah hanya sekadar gaya, tetapi bisa menjadi kampanye untuk mengajak masyarakat sadar untuk menyelamatkan bumi.

                “Bukan sekadar baju, bukan sekadar tema. Tapi bisa punya power mengangkat insdustri fashion. Ingin busana muslim dicintai disukai dunia. Berusaha berpartisipasi melestarikan alam lewat fashion,” kata Feny.

                Beberapa bahan busana yang menggunakan bahan-bahan alam dan ramah lingkungan di antaranya:

                 

                1. Serat Busana
                Serat busana bisa menggunakan serat-serat natural fabric dari pohon akasia. Di Indonesia serat tersebut terdapat di Kerinci, Jambi. “Ada juga di Vietnam, Thailand dan Swiss. Inspirasi dari alam, pohon, akar,” kata Feny.

                 

                2. Motif dari Akar
                Untuk lebih menampilkan kesan produk alam dan ramah lingkungan, busana yang ditampilkan sengaja dengan memilih motif akar serabut di seluruh busana. Warna yang dihadirkan juga sesuai warna akar yang didominasi warna cokelat.

                 

                3. Koleksi Warna Alam
                Warna-warna yang digunakan bisa dengan warna bumi atau earth tone. Misalnya dibagi dari mulai Dayli Wear seperti warna deep forest atau hutan seperti peach, terakota, kunyit, abu-abu dan lainnya. Lalu busana syar’i, bisa dengan warna natural soft dan pastel. Serta busana gaun malam atau evening dengan warna dari dayak Borneo yang diambil dari hutan Indonesia.

                 

                4. Pewarnaan Alami
                Bahan-bahan yang digunakan pun dengan mengusung pewarnaan alami. Misalnya jika menggunakan kain tenun bisa dengan menggunakan bahan pewarna alami seperti warna hijau dari daun atau pandan, warna merah dari bunga, warna kuning dari kunyit dan lainnya.

                 

                5. Proses Pembuatan Tanpa Mesin
                Misalnya dengan memberdayakan para perajin, tidak harus melulu menggunakan mesin. Salah satunya kegiatan membordir. Bisa dengan memberdayakan perajin untuk melakukannya dengan buatan tangan (handmade) sehingga bahan fashion terlihat lebih alami, dan merangkul semua pihak.

                Editor : Banu Adikara

                Reporter : Marieska Harya Virdhani


                Close Ads