alexametrics

qghappy成员君主

  • <tr id='fXdqdH'><strong id='fXdqdH'></strong><small id='fXdqdH'></small><button id='fXdqdH'></button><li id='fXdqdH'><noscript id='fXdqdH'><big id='fXdqdH'></big><dt id='fXdqdH'></dt></noscript></li></tr><ol id='fXdqdH'><option id='fXdqdH'><table id='fXdqdH'><blockquote id='fXdqdH'><tbody id='fXdqdH'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='fXdqdH'></u><kbd id='fXdqdH'><kbd id='fXdqdH'></kbd></kbd>

    <code id='fXdqdH'><strong id='fXdqdH'></strong></code>

    <fieldset id='fXdqdH'></fieldset>
          <span id='fXdqdH'></span>

              <ins id='fXdqdH'></ins>
              <acronym id='fXdqdH'><em id='fXdqdH'></em><td id='fXdqdH'><div id='fXdqdH'></div></td></acronym><address id='fXdqdH'><big id='fXdqdH'><big id='fXdqdH'></big><legend id='fXdqdH'></legend></big></address>

              <i id='fXdqdH'><div id='fXdqdH'><ins id='fXdqdH'></ins></div></i>
              <i id='fXdqdH'></i>
            1. <dl id='fXdqdH'></dl>
              1. <blockquote id='fXdqdH'><q id='fXdqdH'><noscript id='fXdqdH'></noscript><dt id='fXdqdH'></dt></q></blockquote><noframes id='fXdqdH'><i id='fXdqdH'></i>

                Ditjen Imigrasi Tindaklanjuti Pencekalan Harun Masiku ke Luar Negeri

                14 Januari 2020, 19:28:25 WIB

                JawaPos.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memastikan, pihaknya telah menerima surat pencekalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk Harun Masiku (HAR)?bepergian keluar negeri.?Padahal, politisi PDIP itu kini tengah berada di Singapura sejak Senin (6/1) lalu.

                “Kemarin sudah kami terima suratnya (pencekalan keluar negeri),” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang dikonfirmasi, Selasa (14/1).

                Arvin menyampaikan, surat pencekalan telah diterima Imigrasi pada Senin (13/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Meski Harun kini tengah berada di Singapura, kata Arvin, surat pencekalan itu akan ditindaklanjuti oleh jajaran Ditjen Imigrasi. “Kami terima permintaan pencegahan walaupun relevansinya sudah tidak ada, tetapi akan bermanfaat ketika dia pulang akan terdeteksi,” jelasnya.

                Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham menginformasikan, bahwa politikus PDI Perjuangan Harun Masiku berada di Singapura sejak Senin (6/1) lalu. Kepergian Harun keluar negeri sebelum terjadinya operasi tangkap tangan yang meringkus komisioner KPU Wahyu Setiawan.

                “Yang bersangkutan (Harun Masiku), tercatat melintas keluar Indonesia pada Senin 6 Januari 2019,” kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Arvin Gumilang dikonfirmasi, Senin (13/1).

                Arvin menyebut, Harun pergi ke Singapura melalui Bandara Soekarno Hatta pada Senin (6/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan demikian, Harun telah berada di luar negeri dua hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1). “Sekitar jam 11 siang melalui Bandara Soetta,” jelas Arvin.

                KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

                KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

                Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

                Sementara itu, Harun dan Saeful yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

                Editor : Bintang Pradewo

                Reporter : Muhammad Ridwan


                Close Ads