alexametrics

qghappy ts kpl

  • <tr id='HcaSSl'><strong id='HcaSSl'></strong><small id='HcaSSl'></small><button id='HcaSSl'></button><li id='HcaSSl'><noscript id='HcaSSl'><big id='HcaSSl'></big><dt id='HcaSSl'></dt></noscript></li></tr><ol id='HcaSSl'><option id='HcaSSl'><table id='HcaSSl'><blockquote id='HcaSSl'><tbody id='HcaSSl'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='HcaSSl'></u><kbd id='HcaSSl'><kbd id='HcaSSl'></kbd></kbd>

    <code id='HcaSSl'><strong id='HcaSSl'></strong></code>

    <fieldset id='HcaSSl'></fieldset>
          <span id='HcaSSl'></span>

              <ins id='HcaSSl'></ins>
              <acronym id='HcaSSl'><em id='HcaSSl'></em><td id='HcaSSl'><div id='HcaSSl'></div></td></acronym><address id='HcaSSl'><big id='HcaSSl'><big id='HcaSSl'></big><legend id='HcaSSl'></legend></big></address>

              <i id='HcaSSl'><div id='HcaSSl'><ins id='HcaSSl'></ins></div></i>
              <i id='HcaSSl'></i>
            1. <dl id='HcaSSl'></dl>
              1. <blockquote id='HcaSSl'><q id='HcaSSl'><noscript id='HcaSSl'></noscript><dt id='HcaSSl'></dt></q></blockquote><noframes id='HcaSSl'><i id='HcaSSl'></i>

                Sudah 27 Korban Memiles Lapor ke Polda Jatim

                12 Januari 2020, 20:53:00 WIB

                JawaPos.com – Korban investasi ilegal PT Kam and Kam berdatangan ke Polda Jatim. Hingga kemarin (11/1), tercatat sudah ada 27 orang yang melapor ke mapolda karena menjadi korban investasi ilegal melalui aplikasi Memiles. Para korban bukan hanya dari Surabaya. Mayoritas berasal dari luar kota.

                Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan jumlah korban yang melapor bakal terus bertambah. Menurut dia, puluhan orang itu sudah membuat laporan secara resmi. Artinya, mereka mendatangi mapolda dengan menunjukkan bukti. ’’Banyak juga yang melapor lewat pengaduan online,’’ ucap perwira dengan tiga melati di pundak tersebut. Trunoyudo menerangkan, korban yang sudah membuat laporan secara resmi tidak hanya berasal dari metropolis dan sekitarnya Dia menyebut kebanyakan justru dari luar provinsi. Misalnya, DKI Jakarta dan Jawa Barat. ’’Dari Medan dan Manado juga ada,’’ jelasnya.

                Fakta itu membuatnya prihatin. Warga yang menjadi korban merata di berbagai daerah. Di sisi lain, dia juga maklum. Sebab, PT Kam and Kam memang licin. Modusnya untuk menarik perhatian korban cukup jitu. Warga yang ingin berinvestasi hanya perlu mengunduh aplikasi secara gratis. Mereka tidak perlu ke kantor pusat di Jakarta.

                Dalam laporannya, kata Trunoyudo, korban yang sudah membuat laporan melampirkan nilai kerugian yang bervariasi. Mulai yang terkecil Rp 20 juta hingga yang terbesar sekitar Rp 200 juta. ’’Berdasar klasifikasi, strata sosial korbannya bukan hanya menengah ke bawah. Namun, banyak juga yang menengah ke atas,’’ tuturnya sembari menggelengkan kepala.

                Mantan Kabidhumas Polda Jabar tersebut mengungkapkan, keberadaan posko pengaduan di mapolda bisa dimanfaatkan warga yang merasa menjadi korban. Mereka bisa membuat laporan dengan membawa beberapa berkas. Mulai kartu identitas sampai bukti adanya penipuan. Misalnya, bukti transfer uang. ’’Semua dilayani tanpa terkecuali,’’ katanya.

                Trunoyudo menyebut posko pengaduan itu akan terus dibuka sampai penanganan perkara dianggap tuntas. Artinya, semua kasus itu berkekuatan hukum tetap. ’’Walaupun proses penyidikan sudah selesai, masyarakat tetap bisa melapor. Berkasnya tetap akan diserahkan ke penuntut umum untuk peradilan nanti,’’ paparnya.

                Bukan hanya jumlah korban yang mungkin bertambah. Trunoyudo mengatakan bahwa peluang adanya tersangka baru dalam perkara itu juga tidak tertutup. ’’Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti lain,’’ katanya. Nah, salah satu caranya menggali keterangan saksi. Di antaranya, empat figur publik yang dijadwalkan hadir besok dan lusa.

                Hanya, dia enggan memerinci siapa yang dipanggil pada Senin (13/1) dan Selasa (14/1). Yang jelas, tiga di antara empat figur publik tersebut adalah artis. Ditambah seorang desainer. Menurut informasi, keempatnya adalah Marcelo Tahitoe, Judika Sihotang, Eka Deli, dan Adjie Notonegoro. ’’Mereka dipanggil untuk memberikan penjelasan,’’ paparnya.

                Menurut dia, dalam pemeriksaan itu penyidik akan fokus mencari keterkaitan keempatnya pada promosi PT Kam and Kam. Trunoyudo menyebut penyidik ingin memastikan peran mereka. Hanya meramaikan karena mendapat endorse atau malah menerima uang dari setoran para member perusahaan yang tertipu. ’’Materi yang didapat dalam bentuk uang atau barang. Gambarannya begitu,’’ jelasnya.

                Sebagaimana diberitakan, polisi membongkar investasi ilegal PT Kam and Kam beberapa waktu lalu. Diketahui, bisnis abal-abal tersebut memiliki 264 ribu member. Hanya dalam kurun delapan bulan, praktik penipuannya mampu mendapatkan omzet Rp 761 miliar. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Mereka adalah Kamar Taranchad, owner; Suhanda, managing director; Martini Luisa alias dokter Eva, motivator; dan Prima Hendika, ahli TI.

                Modus investasi PT Kam and Kam adalah membuat sebuah aplikasi bernama Memiles. Masyarakat bisa mengunduhnya secara cuma-cuma. Memiles menjanjikan bonus berlimpah bagi warga yang mau berinvestasi dan mengajak orang lain untuk ikut mendaftar. Hadiah yang ditawarkan mulai alat elektronik, motor, mobil, sampai rumah. Belakangan sistem investasi yang janggal itu terungkap. Memiles ternyata memakai skema piramida khas multi level marketing (MLM). Member yang mendaftar lebih dulu mendapatkan hadiah dari setoran member baru.?

                Saluran Pengaduan Korban Memiles

                Cara Membuat Laporan

                – Datang ke posko pengaduan di SPKT Polda Jatim

                – Membawa berkas kelengkapan yang meliputi fotokopi KTP/identitas diri lain, kartu keluarga (KK), bukti transfer uang

                Cara Membuat Pengaduan Online

                – Mengakses media sosial. Bisa di Facebook, Twitter, dan Instagram.

                – Klik ’’Pengaduan Memiles Polda Jatim’’

                – Kontak posko pengaduan: 0811390384

                Editor : Dhimas Ginanjar

                Reporter : edi/c15/ady


                Close Ads