alexametrics

澳门骰子机怎么买稳赢

  • <tr id='m937YS'><strong id='m937YS'></strong><small id='m937YS'></small><button id='m937YS'></button><li id='m937YS'><noscript id='m937YS'><big id='m937YS'></big><dt id='m937YS'></dt></noscript></li></tr><ol id='m937YS'><option id='m937YS'><table id='m937YS'><blockquote id='m937YS'><tbody id='m937YS'></tbody></blockquote></table></option></ol><u id='m937YS'></u><kbd id='m937YS'><kbd id='m937YS'></kbd></kbd>

    <code id='m937YS'><strong id='m937YS'></strong></code>

    <fieldset id='m937YS'></fieldset>
          <span id='m937YS'></span>

              <ins id='m937YS'></ins>
              <acronym id='m937YS'><em id='m937YS'></em><td id='m937YS'><div id='m937YS'></div></td></acronym><address id='m937YS'><big id='m937YS'><big id='m937YS'></big><legend id='m937YS'></legend></big></address>

              <i id='m937YS'><div id='m937YS'><ins id='m937YS'></ins></div></i>
              <i id='m937YS'></i>
            1. <dl id='m937YS'></dl>
              1. <blockquote id='m937YS'><q id='m937YS'><noscript id='m937YS'></noscript><dt id='m937YS'></dt></q></blockquote><noframes id='m937YS'><i id='m937YS'></i>
                Jawa Pos Belah Durian

                Durian Branggah Probolinggo: Jenis Pohonnya Sama, Rasanya Bisa Berbeda

                13 Januari 2020, 15:48:42 WIB

                Probolinggo dikenal sebagai salah satu sentra budi daya durian mancanegara. Namun, jangan salah. Varietas lokalnya tak kalah ciamik. Durian branggah, salah satunya.

                BERADA?di lereng Gunung Bromo yang terkenal subur, Probolinggo menjadi tempat yang cocok untuk budi daya buah-buahan, tak terkecuali durian.

                Di kabupaten itu, ada dua wilayah di lereng Bromo yang menjadi pusat budi daya buah yang satu ini. Yakni, Kecamatan Lumbang dan Krucil.

                Di Lumbang, yang menjadi penghasil durian adalah Desa Branggah dan Negororejo. Di sana, banyak jenis durian yang dibudi daya. Mulai durian lokal hingga montong asal Thailand. Buah dari dua desa tersebut sudah dipasarkan ke berbagai kota besar. Misalnya, Jakarta dan Surabaya.

                Meski durian montong mudah ditemui, banyak ”durian mania” yang lebih memilih durian lokal asal desa itu. Salah satu yang terkenal adalah durian branggah.

                Dari segi penampilan, durian tersebut mempunyai ciri khas. Bentuknya bundar seperti bola. Diameternya satu rentang telapak tangan. Ciri lain yang mudah dikenali adalah kulit buah yang hijau kekuningan. Sekilas seperti buah yang masih mentah.

                Namun, kejutan datang saat durian dibelah. Warna kuning pucat dan aroma yang menguar khas durian langsung tersaji. Daging buahnya montok. ”Orang bilang dagingnya nyempluk,” ujar Suwanti, petani durian di Desa Branggah.

                Yang bikin penikmat durian itu terkiwir-kiwir adalah rasanya. Manis legit diikuti dengan sensasi pahit tipis yang terasa di pangkal lidah.

                Permukaan daging buahnya kering, tetapi tetap lembut. Karena itu, memakan buah tersebut akan lebih nikmat dalam keadaan beku. Benar-benar seperti makan es krim. Begitu creamy dengan paduan rasa vanila dan susu. Layaknya menikmati gelato premium.

                Seabrek sensasi itulah yang membuat durian lokal di sana jadi salah satu incaran para penggemar durian. Baik dari dalam kota maupun luar pulau. ”Jika disandingkan dengan montong lokal atau montong, masih sejajar. Banyak yang mengejar sensasi manis pahitnya itu,” jelas perempuan 51 tahun tersebut.

                Ada keunikan lagi dari durian branggah. Yakni, rasanya yang tak seragam. Meski jenis pohonnya sama, rasa yang dihasilkan berbeda. Bergantung ketinggian tanah.

                Bagi para penggemar, berburu durian branggah paling pas mulai bulan ini hingga April. Pada masa itulah, hasil panen melimpah. Selain itu, para pemburu durian yang ke desa itu akan mendapati nuansa lain.

                Apa itu? Rumah-rumah warga terlihat lebih kinclong. Sebab, pada masa panen raya, warga mengecat rumah masing-masing. ”Pada saat panen, hampir semua bagian rumah dipakai penyimpanan (durian, Red). Karena durian itu berkeringat, tembok jadi hitam semua. Makanya, setelah panen, warga mengecat lagi rumah masing-masing,” ujarnya.

                Editor : Dhimas Ginanjar

                Reporter : c12/ris


                Close Ads